Berita

Mentan Lepas Ekspor Sayuran Kab Bandung
  • Hortikultura
  • 07-Jan-2019 18:15:49 WIB
  • 16 view

BANJARAN – Setelah melepas ekspor sayuran di Kabupaten Bandung Barat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melanjutkan kunjungan dengan melepas ekspor produk hortikultura lainnya di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (4/1/18).

Menurut Mentan, ekspor holtikultura seperti sayuran, buah, dan bunga asal Indonesia tengah naik daun, meningkat 11,92% dengan nilai lebih dari Rp 5 triliun pada tahun 2018 dengan negara tujuan ke 113 negara.

Secara spesifik, sebut Amran, data Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan menunjukkan selama 2018 lalu, ekspor sayuran naik 4,8%, ekspor bunga naik 7,03%, sementara ekspor buah naik 26,27%.

“Setelah mampu meningkatkan produksi dan daya saing, kini saatnya kita menggalakkan ekspor dan investasi. Capaian tren ekspor yang baik di subsektor hortikultura perlu kita tingkatkan di 2019, termasuk manggis yang tercatat bisa naik 500 persen,” ungkap Amran.

Menurut Amran, upaya Kementan untuk mendorong ekspor menjadi prioritas. Salah satunya dengan memangkas perizinan di mana dulu butuh hingga 13 hari bahkan hingga 3 bulan, kini eksportir hanya butuh 3 jam untuk mendapatkan izin ekspor.

“Dalam kepengurusannya melalui sistem online tanpa perlu tatap muka. Belum lagi kami telah mencabut 291 peraturan yang menghambat, reformasi birokrasi, dan penegakkan hukum bagi mafia,” tambah dia.

Amran menegaskan upaya perbaiki kualitas sesuai permintaan negara tujuan. Karena produk pertanian punya persyaratan yang ketat terkait isu higienitas dan keamanan. Lobi pun dilakukan agar komoditas tanah air bisa tembus ke negara lain tanpa transit.

“Hasilnya jelas, perusahan seperti di PT. Alamanda bisa ekspor 42 komoditas sayuran, buah, tanaman hias dengan volume 10.000 ton setahun ke 12 negara yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, China, Dubai, Saudi Arabia, Pakistan, India, Bangladesh, Australi, New Zeland,” kata Mentan.

Amran berharap ke depan produktivitas harus meningkat sehingga bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. Selain itu juga perlu ikut menjaga berkualitas sehingga mampu berdaya saing di pasar internasional.

“Kuncinya adalah pada benih unggul hasil inovasi, serta penerapan teknologi baik saat produksi hingga deliveri, termasuk armada angkut dengan alat pendingin dengan kapasitas besar,” tuturnya.

Amran menyatakan, Kementan sudah melakukan banyak hal dalam meningkatkan produksi pertanian, diantaranya membagikan alat mesin pertanian naik hingga 1.500%, menggalakkan inovasi dengan memberi insentif bagi peneliti, dan program bantuan produktif lainnya.  “Bahkan selama 4 tahun sudah Rp16 triliun dilakukan refocusing anggaran untuk prioritaskan petani,” ucap Amran.

Terkait Kabupaten Bandung yang merupakan salah satu penopang pangan di Jawa Barat, Amran mendorong pemuda untuk mau bertani. Dalam dialognya dengan beberapa petani, Amran juga memberikan bantuan modal untuk menjaga semangat di sektor pertanian.

“Seluruh Indonesia kami rekrut 400 ribu petani milenial, kami berikan bantuan, baik alat mesin pertanian hingga pupuk,” ungkap Amran.

Perusahaan eksportir juga sangat penting dalam mendorong kesejahteraan petani, karena kelompok tani atau gabungan kelompok tani (gapoktan) dilibatkan sejak awal dalam proses produksi, dan diperkenalkan dengan pentingnya kontrol kualitas melalui praktik pertanian yang baik mulai dari produksi, manajemen, hingga kelembagaan yang efektif.

Dalam kesempatan itu, turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Erislan, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, dan Bupati Bandung Dadang M. Nasser, dan Direktur Utama PT Alamanda Sejati Utama Komar Muljawibawa.***


source : www.balebandung.com

Kembali