Berita

Distan Membuat Aplikasi Pasar Tani Online
  • Sarana dan Prasarana
  • 16-May-2020 14:04:23 WIB
  • 23 view

KAB. BANDUNG, bipol.co — Dalam Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Penyebaran Covid 19,  Dinas Pertanian Kabupaten Bandung bertugas menjadi koordinator disinfektan. Selain menyiapkan obat-obatan dan alat penyemprotan disinfektan, Dinas Pertanian menyiapkan fasilitas drone khusus untuk penyemprotan disinfektan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. H. A. Tisna Umaran, M.P., saat menerima kunjungan monitoring Anggota DPRD Jabar, dari Fraksi PKS, Hj. Sari Sundari, ke Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Rabu (13/5/2020).

“Sebelumnya, drone itu khusus untuk kegiatan pertanian. Saat ini digunakan untuk penyemprotan disinfektan dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung,” kata Tisna Umaran,  didampingi oleh para kepala bidang di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.


Dalam penyemprotan disinfektan ini, kata Tisna Umaran, melibatkan Brigade Perlindungan Tanaman Sabilulungan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Lebih lanjut  Tisna mengungkapkan, dalam pelaksanaan penyemprotan disinfektan ini, tidak hanya di pusat keramaian kota maupun di pasar, tetapi juga dilakukan di kantor-kantor, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

Di tengah ancaman wabah virus corona (Covid-19), Dinas Pertanian Kabupaten Bandung memastikan persediaan kebutuhan  bahan pokok, khususnya beras aman untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Bandung, sehingga masyarakat pun tak perlu panic buying di tengah wabah virus corona.

“Dengan adanya Pasar Tani Online ini, dapat mengurangi aktivitas masyarakat dalam berbelanja ke pasar konvensional, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi virus akibat  berkumpulnya masa dalam jumlah yang banyak, baik di pasar tradisional maupun modern,” papar Tisna Umaran.

Di Pasar  Tani Online, tutur Tisna Umaran, tersedia berbagai sayur dan buah yang diperlukan masyarakat, seperti cabai merah, kentang,  cabai rawit, daun bawang, bawang merah, sosin, brokoli, selada bokor,  tomat,  alpukat, jeruk, dan aneka sayur dan buah  lainnya dengan harga terjangkau.

Menyimak paparan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Hj. Sari Sundari  sangat mendukung dan mendorong program Aplikasi Pasar Tani Online tersebut, karena pada zaman era digital saat ini pola belanja masyarakat sudah berpindah ke online.

Sari menyarankan untuk lebih melibatkan peranan Bumdes yang ada di desa-desa, sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam hal pemasaran kepada masyarakat. Dalam hal ini, para petani menjadi produsen dan bumdes menjadi marketing.

Menyinggung  mengenai program BPNT, Hj. Sari berharap para petani dan UKM dapat dilibatkan dengan membeli barang-barang hasil produksinya untuk pengadaan  BPNT.

“Bila demikian, ekonomi masyarakat pun akan semakin bergerak, tumbuh, dan berkembang,” imbuhnya.**

source : www.bipol.co

Kembali