Berita

HKTI Kab. Bandung Bantu Cegah Penularan COVID-19
  • Sekretariat
  • 27-May-2020 11:07:50 WIB
  • 39 view

HIMPUNAN Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bandung kembali melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan pada sarana dan fasilitas pertanian di Kecamatan Kutawaringin, Selasa (19/5/2020). Penyemprotan dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 atau virus corona.

Sebelumnya, HKTI bekerjasama dengan Pemuda Persis Soreang melaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya. Ketua DPP HKTI Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira mengatakan, penyemprotan cairan disinfektan yang dilaksanakan di Kecamatan Kutawaringin itu, di antaranya pada fasilitas pertanian.

"Yang menjadi sasaran penyemprotan disinfektan di antaranya saung kelompok tani, rumah petani, kios pupuk, tempat heuleur dan lumbung padi. Sekretariat saung penyuluh pertanian swadaya (PPS) dan fasilitas tani lainnya menjadi sasaran penyemprotan," kata Sofian kepada galamedianews.com di Kantor Sekretariat HKTI Kabupaten Bandung Kampung Centang, Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Selasa (19/5/2020) malam.

Sofian mengatakan, yang melatar belakangi pelaksanaan kegiatan sosial ini, bahwa upaya pemerintah mengatasi penyebaran Covid-19 perlu mendapat dukungan semua pihak dan elemen masyarakat.

"Apalagi dengan melihat data perkembangan penyebaran virus ini dari hari ke hari kian meningkat dan yang positif Covid-19 juga meningkat," tutur mantan Sekda Kabupaten Bandung ini.

Sementara, ia mengatakan, tenaga medis pun sudah kelihatan jenuh dan kelelahan dan banyak pula yang gugur dalam mengemban tugas mulia ini.

"Sementara sosial dan physical distancing yang diterapkan pemerintan pun kurang mendapat dukungan masyarakat. Terlihat masih ada sebagian orang masih berkerumun baik di pasar tradisional maupun di pusat perbelanjaan. Selain itu di pasar ritel tanpa menjaga jarak dan memakai masker," kata Sofian.

Sementara itu pula, imbuh Sofian, upaya penyemprotan yang dilakukan dirasa masih belum maksimal dan merata. Demikian halnya kebijakan yang diterapkan baik pusat dengan daerah maupun Kementerian dengan Kementerian lainnya ada kalanya saling berbenturan atau tidak sejalan.

"Makanya, HKTI Kabupaten Bandung bekerjasama dengan Pemkab Bandung berupaya untuk lebih memaksimalkan upaya dan program pemerintah dalam percepatan penanggulangan Covid-19 ini," tuturnya.

Ia juga berharap tujuan dari kegiatan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada para petani dan pelaku usaha tani untuk terus melakukan tata niaga pertanian. Disamping itu dalam mengolah lahan tidak terpengaruh oleh wabah ini. HKTI, ucapnya, berusaha untuk memberikan dorongan moril dan semangat kepada para petani dan pelaku usaha tani untuk terus mengelola pertanian dengan sebaik-baiknya.

"HKTI juga berusaha untuk memberikan dukungan dan pemahaman kepada para petani dan pelaku usaha di tengah wabah ini. Mengingat petani mempunyai andil besar dalam menjaga stok pangan," tuturnya.

Ia juga berharap kepada pemerintah untuk membuat regulasi penanganan penyebaran Covid-19 ini. Sementara petani berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan bagi bangsa ini.

Sementara itu, Satgas Tani Covid-19 HKTI Kabupaten Bandung Wawan Juana mengatakan, sebanyak 270 desa dan 10 kelurahan yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung bukan hal yang mudah untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

"Untuk itu, HKTI melalui jaringan yang ada di lapangan sampai ke tingkat desa dan kecamatan dengan melibatkan 1-3 orang satgas. Selain itu kelompok tani dengan rata-rata 5 kelompok tani per desa, totalnya bisa mencapai 1.500 orang satgas se-Kabupaten Bandung yang terlibat dalam penanggulangan pandemi Covid-19," papar Wawan.

Menurutnya, dengan keterlibatan ribuan orang itu berupaya untuk memberikan pemahaman dan melakukan penyemprotan serta membagikan masker kepada masyarakat. "Bahkan kita juga turut memberikan bantuan cairan disinfektan kepada masyarakat untuk pembersihan secara mandiri lanjutan," ujarnya.

Wawan juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para petani untuk melakukan pemantauan bersama terhadap orang yang baru pulang atau pendatang karena mereka dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

"Para petani dapat memberikan penjelasan agar orang tersebut bisa melakukan karantina mandiri atau memeriksakan diri ke puskesmas setempat," harapnya.

Wawan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bandung, khususnya Bupati Bandung yang telah memberikan kepercayaan kepada HKTI untuk membantu program pemerintah dalam upaya penanggulangan panyebaran Covid-19.

Source : www.galamedianews.com




Kembali