Berita

KAB. BANDUNG PILOT PROJECT PROYEK PRIORITAS STRATEGIS
  • Sarana dan Prasarana
  • 27-Feb-2020 12:21:17 WIB
  • 270 view

Dalam Rencana Pembangungan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, mengenai Proyek Prioritas Strategis,  Kementerian Pertanian bersama Kementerian/Lembaga lainnya mendapat mandat untuk melaksanakan Proyek Prioritas Strategis (major project) pengembangan korporasi petani sebanyak 350 korporasi,  selama periode 2020-2024. Pada tahun 2020 sesuai dengan yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, Kementan bersama K/L terkait akan membangun sebanyak 5 (lima) major project korporasi petani.

Kementerian Pertanian  melalui semua esselon-1 bersama Biro  Perencanaan serta Kementerian/ Lembaga   terkait, telah melakukan identifikasi  lokasi Proyek  Prioritas Strategis (Major Project) RPJMN tahun 2020-2024 untuk Proyek Strategis  Penguatan Jaminan Usaha Serta 350 Korporasi Petani dan Nelayan. Berdasarkan Lampiran RPJMN , target Proyek Penguatan Jaminan Usaha serta 350 Korporasi Petani  dan Nelayan, untuk tahun 2020 adalah, terwujudnya  piloting 5 korporasi petani.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh semua eselon-1 lingkup Kementan bersama Biro Perencanaan dan K/L terkait dipilih 5 (lima) lokasi Major Project Korporasi Petani pada tahun 2020, dari 5 (lima) lokasi yang terpilih tersebut 2 (lokasi) berada di Kabupaten Bandung, yaitu untuk Korporasi Kopi dan Korporasi Hortikultura.

Sesuai dengan RPJMN 2020-2024, kelima major project tersebut akan dijadikan sebagai percontohan dalam menumbuhkan dan mengembangkan 345 korporasi petani sampai pada tahun 2024. Terpilihnya Kabupaten Bandung melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, sebagi Lokasi Proyek Prioritas Strategis untuk tahun 2020, merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan yang harus dihadapi pada tahun ini. Karena Proyek Prioritas Strategis yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung ini akan menjadi contoh bagi pembangunan 345 korporasi petani dan nelayan lainnya pada tahun 2021 s.d. 2024.

Proyek Prioritas Strategis ini merupaka salah satu ide yang dicetuskan Presiden Jokowi,  yaitu  mengubah pola kerja petani menjadi lebih lebih modern melalui konsep “korporasi petani”. Presiden menyebutkan Korporasi Petani sebagai sebuah upaya membuat kelompok petani dalam jumlah besar dan membekali kelompok petani tersebut dengan manajemen, aplikasi, serta cara produksi dan pengolahan yang modern. Dengan penguatan dari hulu ke hilir, petani diharapkan akan mendapatkan keuntungan lebih besar.

Menurut  Pererturan Menteri  pertanian RI nomor 18/PERMENTAN/RC.040/4/2018 tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani, yang dimaksud dengan  Kawasan Pertanian adalah gabungan dari sentra-sentra pertanian yang memenuhi batas minimal skala ekonomi pengusahaan dan efektivitas manajemen pembangunan wilayah secara berkelanjutan serta terkait secara fungsional dalam hal potensi sumber daya alam, kondisi sosial budaya, faktor produksi dan keberadaan infrastruktur penunjang.

Korporasi Petani adalah Kelembagaan Ekonomi Petani berbadan hukum berbentuk koperasi atau badan hukum lain dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani, serta  Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani adalah Kawasan Pertanian yang dikembangkan dengan strategi memberdayakan dan mengkorporasikan petani.

(Kur)

Kembali