Berita

Kolaborasi Petani dan PPL dari Kab. Bandung Demi Ketersediaan Pangan
  • UPTD BPPP ( Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian )
  • 15-Apr-2020 14:17:40 WIB
  • 50 view

Kolaborasi Cantik Petani dan Penyuluh Pertanian dari Kabupaten Bandung Demi Ketersediaan Pangan

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, berbagai program dilakukan di seluruh lingkup Eselon I Kementerian Pertanian, saling berkolaborasi mewujudkan ketahanan pangan nasional. Termasuk Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, dimana Kepala Badan, Prof. Dedi Nursyamsi, mencanangkan 3 program aksi sebagai acuan pelaksanaan program Kementerian Pertanian tersebut, yaitu: 1) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), 2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun, 3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung program utama Kementerian Pertanian seperti Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks. Harapannya, produktivitas pangan tetap tinggi di lapangan untuk menjaga ketersediaan pangan.

Petani dan penyuluh pertanian terus bekerja keras berkolaborasi dengan cantik di lapangan, baik tanam maupun panen untuk menjaga ketersediaan pangan. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol pertanian di lapangan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memperoleh amanah untuk berpartisipasi aktif mendukung program utama Kementerian Pertanian, yaitu Kostratani. Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud menyampaikan, “Kami mendukung Program Kostratani bentuknya melalui pendampingan di wilayah Kostratani Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi dengan melakukan pemetaan wilayah yang mengalami panen pada komoditas strategis seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, sapi potong, ayam broiler, dan ayam”.

Salah satu wilayah dengan komoditas strategis jagung adalah Kabupaten Bandung, tepatnya di wilayah Kecamatan Nagrek. Dengan luas wilayah 3.000 m2, Kecamatan Nagreg menjadi salah satu sentra jagung dengan luas lahan jagung 1.837 m2 . Senin (13/04/2020), di Desa Ciaro, salah seorang petani, Permana, yang tergabung di Kelompok Tani Bina Nyata, melaksanakan panen jagung diatas luas hamparan 1 hektar. Penyuluh pertanian yang terus-menerus mendampingi petani tanpa lelah dan takut walau pandemik Covid-19 sudah berlangsung 1 bulan lebih, Dini Dwi Juniar, menyampaikan, “hari ini kami panen jagung yang akan terus berlangsung hingga Mei mendatang. Varietas yang ditanam adalah Bisi 816 dan menghasilkan 14 ton kering panen atau sekitar 6 ton pipil kering dan harga di tingkat petani Rp 3.000,00. “Kami penyuluh pertanian BPP Nagrek Kabupaten Bandung tetap siaga melakukan pendampingan dan menjaga ketersediaan pangan di lapangan”.

“Kami petani tetap tanam dan panen setiap hari. Jangan khawatir, kami juga takut corona, tapi kami lebih takut masyarakat kelaparan, karenanya kami tetap ke lahan”, ujar Permana, salah satu pahlawan pangan yang dimiliki Indonesia.

 Sumber : www.swadayaonline.com

Kembali