Berita

Ulat Grayak Ancam Gagal Panen Jagung di Nagreg
  • Sarana dan Prasarana
  • 15-Jan-2020 14:34:11 WIB
  • 53 view

PETUGAS pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Nagreg dan para petani yang tergabung dalam Gapoktan Mekar Wargi melaksanakan pengendalian hama tanaman jenis ulat grayak pada tanaman jagung hibrida di Kampung Lebak Jero Desa Ciherang Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Rabu (15/1/2020). Serangan hama tanaman ulat grayak itu dapat mengancam gagal panen.

Pantauan galamedianews.com di lapangan, pengendalian OPT tersebut menggunakan pembasmi cairan bahan kimia berupa proclaim (PT. Syngenta). Pengendalian OPT tersebut sangat efektif untuk memutus serangan hama tanaman tersebut. Hama tanaman bisa langsung mati dalam kirun waktu selama 1-2 hari. Selain itu dapat memandulkan telur, yang dihasilkan 1 ulat mencapai 2.000 telur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, H. A. Tisna Umaran, melalui Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Yayan Agustian mengatakan, ulat grayak mulai menyerang tanaman jagung yang saat ini usia 2-6 minggu. Bahkan, serangan hama ulat grayak itu ketika tanaman jagung baru berusia 2 minggu atau pada masa fase vegetatif (pertumbuhan jagung). Serangan hama ulat grayak ini pada usia tanaman jagung 14 hari sampai 60 hari, dari usia panen jagung selama 90 hari.

"Serangan sudah mulai terpantau beberapa minggu lalu, terutama tanaman jagung yang saat ini berusia 1,5 bulan dan baru dikendalikan sekarang secara serentak," kata Yayan Agustian didampingi Kasi Perlindungan Tanaman Pertanian Ir. Agus Lukman kepada galamedianews.com di sela-sela pemgendalian OPT. Ulat grayak ini, imbuh Yayan, mmenyerang tunas atau daun pucuk muda. Dampak dari serangan hama ini bisa menurunkan produksi antara 60-70 persen. "Kalau daun terserang, proses asimilasi atau pengisian biji jagung terganggu. Produksi pun tidak maksimal, ketika terjadi serangan hama cukup berat," kata Yayan.

Meski serangannya sudah terlihat mengkhawatirkan, ia mengatakan, masih bisa dikendalikan. "Kebetulan serangan ulat grayak baru kali ini terjadi di Kecamatan Nagreg yang menjadi sentra jagung di Kabupaten Bandung. Tanaman jagungnya varietas bisi 816, 18, 99, 220 dan varietas lainnya," katanya.


source : www.galamedianews.com

Editor: Brilliant Awal

Kembali