Berita

Distan Lakukan Pengendalian OPT Jenis Tikus di Kabupaten Bandung
  • Sarana dan Prasarana
  • 10-Jan-2020 09:29:35 WIB
  • 77 view

JAJARAN Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung kembali melaksanakan gerakan pengendalian organisme hama tanaman (OPT) tikus pada lahan pertanian padi, Kamis (9/1/2020). Pengendalian OPT itu sudah dilaksanakan di kawasan lahan pertanian padi Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung sejak Rabu (8/1/2020) hingga saat ini, pada awal musim tanam tahun ini, khususnya di kawasan pertanian padi berusia 7 hari hingga berusia 45 hari. Selain melibatkan jajaran Distan, petugas Brigade Perlindungan Tanaman Sabilulungan juga turut dilibatkan dalam pengendalian hama tanaman tersebut, khususnya hama tikus. Kelompok tani atau para petani serta aparat desa setempat pun turut dilibatkan dalam pengendalian hama tanaman tersebut. Kepala Distan Kabupaten Bandung Ir. H. A. Tisna Umaran diwakili Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Yayan Agustian, M.Si., didampingi Kasi Perlindungan Tanaman Pertanian Ir. Agus Lukman terjun langsung ke lapangan dalam pengendalian OPT tersebut. "OPT jenis tikus pada setiap musim tanam yang paling diwaspadai. Karena setiap musim, hama tikus selalu ada dan menyerang lahan pertanian padi dari usia 1 hari sampai masa panen," kata Tisna kepada galamedianews.com di Soreang, Kamis siang. Tisna mengatakan dalam pengendalian hama tanaman itu, yaitu dengan cara sistem pengemposan menggunakan bahan kimia atau racun festisida. "Dengan cara pengemposan, hama tikus yang sedang bersembunyi di dalam sarangnya langsung mati. Dengan cara pengemposan itu, racun festisida yang dibakar dengan cara dimasukkan ke dalam lubang aktif yang menjadi sarang hama tikus. Dengan cara itu sangat efektif untuk membasmi hama tikus yang dapat merusak tanaman padi," katanya. Selama beberapa saat, imbuh Tisna, sebanyak 600 ekor tikus berhasil dibasmi di lahan pembibitan dan 300 ekor di lubang aktif tikus lainnya. Setiap lubang itu rata-rata berisi 3 ekor tikus dewasa dan 12 ekor anak tikus. Ditambahkan Kabid Sarana Prasarana Distan Kabupaten Bandung Ir. Yayan Agustian, M.Si., selain hama tikus, penggerek batang juga menjadi sasaran tim gabungan untuk membasmi hama tersebut. "Penggerek batang tetap harus diwaspadai, jangan sampai menyerang tanaman padi. Namun untuk ulat grayak, hanya menyerang tanaman jagung," ucapnya. Yayan menuturkan, pada musim tanam ini belum memasuki puncak musim hujan dan puncaknya diperkirakan pada Februari dan Maret 2020. "Sebenarnya, pengendalian OPT itu paling efek pascapanen. Bisa dengan cara membongkar lubang atau sarang tempat persembunyian hama tikus. Bahkan, sudah lama dalam pengendalian hama tikus itu mengerahkan para petani dibantu anggota Babinsa dan aparat desa," kata Yayan. Lebih lanjut Yayan mengatakan, hama tikus menyerang tanaman padi pada usia 7 hari, yaitu dengan cara memotong tangkainya. "Tanaman padinya tak dimakan tikus. Hanya dipotong tangkainya. Sepertinya hama tikus itu untuk ngasah gigi, soalnya tanaman padi yang dipotong seperti bekas sabit," tuturnya. Yayan pun mengimbau kepada para petani untuk aktif mengendalikan hama tikus. Harus diperhatikan pula sanitasi lingkungan. Artinya pematang sawah harus bersih dari semak belukar maupun tanaman lainnya. "Jika lingkungan kotor bisa dijadikan sarang tikus,"


Source : www.galamedianews.com

Editor : Kiki Kurnia

Kembali