Berita

Pertanian Organik untuk Konservasi
  • Sarana dan Prasarana
  • 28-Aug-2020 11:52:49 WIB
  • 52 view

Pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.  Pengolahan pertanian organik dapat memperrbaiki dan menjaga kualitas tanah dan air, serta menjaga kelestarian lingkungan. Dengan pertanian organik dapat memperbaiki tanah yang rusak akibat erosi dan aliran permukaan, penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah menjadi efisien, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir, serta menjamin ketersediaan  air pada saat musim kemarau.
 
Berawal dari keprihatinan akan terjadinya penurunan kualitas tanah,  serta keinginan untuk mengembalikan kesuburan tanah, maka Poktan Sarinah mengolah lahan pertaniannya, khususnya tanaman padi  dengan pertanian organik.

Keberhasilan Poktan Sarinah dalam pengembangan padi organik dibuktikan dengan sertifikat organik  yang sudah diperoleh, pemasaran yang sudah tersebar luas, juga berbagai penghargaan baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Atas keberhasilan itu, maka pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2020, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian  Kementan, melalui program FMSRB melakukan studi banding ke Kelompok Tani Sarinah di Desa Sumber Wangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Hadir dalam studi banding ini Manajer Proyek FMSRB, Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Konsultan FMSRB, serta Community Fasilitator dari Kabupaten Lebak, Serang dan Padeglang Provinsi Banten.

Kegiatan FMSRB (Project Flood Management In Selected River Basin) yaitu bagaimana kita memanfaatkan aliran sungai ini untuk bisa dimanfaatkan dalam rangka mensejahterakan petani untuk melakukan budidaya, baik itu tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.



Kembali