Berita

RaKor e-RDKK Mendukung Kartu Tani
  • Sarana dan Prasarana
  • 05-Oct-2020 11:38:41 WIB
  • 205 view

Pada hari Senin, tanggal 5 Oktober 2020, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi e-RDKK(Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok) di gedung Oryza Sativa Dinas PertanianKabupaten Bandung, hadir perwakilan dari produsen pupuk Petrokimia Gresik dan Pupuk Kujang,serta penerbit kartu tani dari perwakilan Bank Mandiri,   serta petugas pendataan e-RDKK( Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok) dari tiap kecamatan.

Rapat Koordinasi bertujuan untuk membahas  mengenai alokasi pupuk bersubsidi serta penggunaan kartu tani.

Acara dibuka oleh Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Yayan Agustian, M.Si, dan dipandu oleh Kasi Perlintan Ir. Agus Lukman. Kabid Sarana Prasarana mengutarakan berdasarkan SK Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat tanggal 1 Oktober 2020 tentang realokasi pupuk bersubsidi,  Kabupaten Bandung mendapatkan penambahan untuk alokasi pupuk Urea, SP dan ZA.  Penambahan alokasi pupuk di KabupatenBandung ini merupakan usulan Dinas Pertanian, setelah hasil monev di lapangan, terdapat kekurangan pada pupuk-pupuk bersubsidi tersebut.

Sementara dari perwakilan Bank Mandiri, Bpk.Yoga mengungkapkan mengenai Program KartuTani, bahwa sebanyak 32.000 kartu tani sudah terdistribusi, dari total kartu yang sudah dicetaksebanyak 46.000 lembar, sisanya 14.000 kartu tani belum terdistribusi. Pihak Bank Mandiri menargetkan  sebelum bulan Desember 2020 semua kartu tani  sudah bisa terdistribusi, dengan pendistribusian kartu dibantu oleh petugas penyuluh pertanian.

Kios  Pupuk bersubsidi yang terdaftar sejumlah106 kios, 104 kios sudah terakuisisi,  sementaramesin edc blm  terpasang 19 kios. Pihak Bank Mandiri mengungkapkan permasalahan yang terjadi yaitu masih ada data yg belum lengkap,  masih  ada kios yang belum terpasang mesin edc,  mesin sudah ada tetapi kartu rusak atau pin berubah, kartu tidak digunkan pada kios yangseharusnya, yaitu pada lokasi kios yang sudah ditentukan.

Produsen Pupuk Kujang mengemukakan permasalahan terkait alokasi pupuk, alokasi pupuk untuk urea sudah ada penambahan 9.211ton, jumlah inisudah sesuai dengan data di e-RDKK sehingga urea  akan mencukupi untuk musim tanam  sampai akhir tahun ini, hanya tinggal dipendistribusian yang harus diantisipasi  sehingga petani yangterdaftar di e-RDKK dapat terpenuhi kebutuhan pupuknya.

Pihak produsen pupuk petrokoimia gresik, Kabupaten Bandung mengungkapkan ada penambahan alokasi pupuk ZA dari semula 4.884 ton menjadi 5047 ton, serta pupuk SPdari 2.558 ton menjadi 4.036 ton. Penambahan alokasi pupuk ini  diharapkan akan mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi bagipetani di Kabupaten Bandungbyang sudah terdaftar di e-RDKK.


By : KUR






Kembali