Berita

Stok Pangan Aman di Tengah Wabah Covid-19
  • Tanaman Pangan
  • 31-Mar-2020 11:55:59 WIB
  • 98 view

Di tengah ancaman wabah virus corona (covid-19), Dinas Pertanian Kabupaten Bandung memastikan persediaan kebutuhan pokok, khususnya beras aman sampai bulan Mei 2020 mendatang. Sehingga masyarakat pun tak perlu panic buying di tengah wabah virus corona.
Untuk memastikan persediaan pangan aman, sejumlah petani sudah mulai melaksanakan panen raya tanaman padi sawah dalam beberapa hari terakhir ini. Bahkan panen raya padi sawah yang terpantau di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung itu akan berlangsung sampai akhir April 2020 mendatang.
Untuk kelangsungan persediaan pangan, para petani di Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya, pada Senin (30/3/2020) sudah mulai kembali melakukan percepatan tanam padi, setelah melewati masa panen.  Percepatan masa tanam itu untuk mengejar ketersediaan air disaat memasuki musim kemarau. Berdasarkan perkiraan cuaca, memasuki bulan April itu tiba waktunya awal musim kemarau. Tetapi peristiwa  alam itu memang tidak bisa diprediksi, mengingat peristiwa sebelumnya pada bulan April masih ada curah hujan.
Dinas Pertanian bisa memastikan persediaan pangan aman untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Bandung pada masa pandemi virus covid-19 ini, dihitung dari luas lahan pertanian padi seluas 26.303 hektare pada masa tanam Desember 2019 sampai Pebruari 2020 lalu.
Seiring dengan bergulirnya waktu, para petani akan memetik hasilnya pada masa panen raya mulai Maret sampai Mei mendatang. Para petani pun patut berbangga karena tanaman padi yang mereka tanam, umumnya menghasilkan gabah kering panen yang cukup mumpuni.
Mereka menyebutkan, panen raya padi varietas Ciherang, Inpari dan IR64 kali ini menghasilkan gabah kering panen 7,4 ton per hektare. Setelah melewati proses penjemuran seberat 6-6,2 ton gabah kering giling.
Keberhasil para petani dalam meraup keuntungan pada hasil pertaniannya itu, tidak lepas dari hasil kerja nyata dan sinergitas atau kerjasama antara petani dengan petugas organisme penganggu tumbuhan (POPT), petugas penyuluh pertanian (PPL), Brigade Perlindungan Tanaman Sabilulungan, dan pihak lainnya  dalam melakukan gerakan pengendalian hama tanaman. Begitu OPT itu menyerang tanaman pertanian dalam kondisi masih ringan langsung dilakukan spot stop supaya hama tanaman tidak meluas. Umumnya, hama tanaman yang terjadi pada masa tanam pertama ini, nyaris bisa dikendalikan. Sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh para petani.
Atas dasar keberhasilan petani dalam melakukan panen raya, Dinas Pertanian mencatat produksi gabah kering panen sebanyak 168.980.680 kg atau sekitar  147.013.195 kg gabah kering giling dan dikonversikan menjadi beras sebanyak 97 028.710 kg.
Produksi beras yang dihasilkan para petani itu diperkirakan cukup untuk konsumsi penduduk Kabupaten Bandung yang mencapai 3,7 juta jiwa dengan konsumsi 98 kg/kap/tahun atau 8,6 kg/kap/bulan.
Sementara kebutuhan beras di Kabupaten Bandung sebanyak 28.555.755 kg per bulan, sedangkan kebutuhan beras sampai bulan Mei 2020 sebanyak 90.576 kg, sehingga ada cadangan beras 6.452.710 kg.
Cadangan beras itu akan bertambah, jika konsumsi masyarakat tidak terlalu mengutamakan makan nasi karena ada pengganti makanan lainnya.
Misalnya mengkonsumsi ubi-ubian, di antaranya singkong, ganyong, talas, kacang-kacangan, dan produksi lainnya jagung, pisang dan buah-buahan. Bahkan warga yang bepergian ke luar kota atau daerah, mungkin saja mereka tak terlalu mengutamakan makan nasi, selain makanan pengganti lainnya. Sehingga persediaan pangan (beras) di Kabupaten Bandung akan relatif lebih aman untuk persediaan konsumsi masyarakat. Surplusnya produksi beras asal Kabupaten Bandung, banyak di antara petani yang memasarkannya ke luar daerah.
Untuk diperhatikan pula, Kabupaten Bandung menjadi sentra jagung yang menjadi andalan untuk bahan baku makanan kemasan yang dipasarkan di pertokoan dan warung-warung untuk makanan cemilan. Produksi jagung juga digunakan untuk bahan baku pakan ayam broiler.
Yang jelas produksi jagung yang merupakan bagian dari kebutuhan pangan itu dapat menstabilkan  permintaan pasar nasional.
Untuk itu, produksi jagung asal Kabupaten Bandung menjadi perhatian pemerintah, khususnya dalam pengadaan benih maupun pupuk dan pengadaan alat mesin pertanian. Makanya, pemerintah kerap melaksanakan gerakan tanam jagung, selain kedelai dan padi.  Dinas Pertanian pun kerap melakukan edukasi kepada para petani padi,  jagung dan kedelai, untuk menambah luas lahan guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Bandung.
Dalam menghadapi pandemi covid-19 tersebut, rupanya tak mengendurkan semangat para petani untuk melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Mulai dari mengolah lahan pertanian padi sampai melaksanakan panen raya. Meski demikian, para petani juga sangat memahami risiko yang disebabkan oleh wabah virus corona yang mematikan tersebut. Untuk mewaspadai ancaman dari wabah virus corona itu, para petani mengenakan alat pengaman diri berupa masker disaat melaksanakan panen raya.
Panen rayanya pun dilaksanakan disaat sinar matahari sudah terasa panas, dengan harapan terhindar dari ancaman virus covid-19.
Dalam kondisi saat ini, para petani merupakan bagian dari pahlawan pangan yang harus tetap aman dan nyaman dalam beraktivitas, di tengah ancaman penyebaran virus covid-19. (*)

Penulis : ENGKOS KOSASIH (Wartawan HU Galamedia)**

Kembali