Berita

Sumber Pangan #DariRumahAja
  • Sarana dan Prasarana
  • 24-Mar-2020 16:17:58 WIB
  • 179 view

Ketahanan pangan sangat erat kaitannya dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik dan keamanan atau ketahanan nasional. Masalah kerawanan pangan bukan masalah yang sederhana, melainkan masalah yang cukup kompleks karena tidak hanya memperhatikan situasi ketersediaan pangan atau produksi di sisi makro saja melainkan juga harus memperhatikan program-program yang terkait dengan fasilitasi peningkatan akses terhadap pangan dan asupan gizi, baik di tingkat rumah tangga maupun bagi anggota rumah tangga itu sendiri.


Ketahanan pangan nasional bermula dari ketahanan pangan pada tingkat rumahtangga. Oleh karena itu penting bagi suatu rumahtangga untuk dapat mengakses pangan dengan mudah dengan memanfaatkan sumberdaya yang mereka miliki, sehingga pangan dapat tersedia setiap saat untuk kebutuhan keluarga. Salah satu usaha untuk meningkatkan ketahanan pangan yaitu dengan memanfaatkan pekarangan rumah tangga yang dimiliki  untuk penyediaan sumber pangan bagi  anggota rumah tangga.

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dalam hal ini, telah mempunyai sebuah etalase Obor Pangan Lestari (OPAL) sebagai percontohan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bandung, dalam optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan  sebagai sumber pangan keluarga. Percontohan sumber pangan rumah tangga ini merupakan dalam rangka pelaksanaan kegiatan  Obor Pangan Lestari (OPAL)  dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

Etalase OPAL yang dimiliki Dinas Pertanian Kabupaten Bandung bertempat di halaman depan Gedung Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Komplek Pemkab Bandung, Jl. Raya Soreang km 17, Bandung. Komponen   OPAL , terdiri dari :

1.    Perbibitan


Kegiatan perbibitan yang meliputi penyediaan bibit dan bahan pendukung lainnya.  Perbibitan dilakukan dalam rangka keberlanjutan OPAL dan pengembangannya di masyarakat.

2.     Pertanaman

Pada area pekarangan, dikembangkan berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Jenis tanaman yang ditanam harus beragam dan berimbang kandungan gizinya. Pemanfaatan area pekarangan  ditata dengan memperhatikan estetika agar diperoleh lingkungan yang asri dan nyaman.

Pertanaman di area pekarangan  dapat meliputi: pertanaman di lahan, polybag, pot, aquaponik, hidroponik, atau vertikultur. Pelaksanaannya disesuaikan dengan area yang tersedia, baik luasan maupun karakteristik tanah.

3.     Budidaya Ternak

Budidaya Ternak Jika lahan dan lingkungan memungkinkan dapat dilaksanakan kegiatan budidaya ternak.Budidaya ternak dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan sumber protein hewani.







Source (Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia)

Kembali